Permasalahan seputar zakat fithr


Penyebutan zakat fitrah adalah kurang tepat, karena di dalam hadits banyak disebutkan dengan shodaqotul fithr. Walloohu a’lam

Bolehkah Membayar Zakat Fithr Dengan Uang ?

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata: “Membayar zakat fithr dengan uang tidak diperbolehkan menurut jumhur ulama’, dan wajib ditunaikan dengan makanan pokok sebagaimana yang telah ditunaikan oleh Nabi shollolloohu ‘alayhi wasallam dan para shahabatnya”. (Fataawa Ramadhan, hal. 924). Demikian pula yang difatwakan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dan Asy Syaikh Sholih Al Fauzan. (Fataawa Ramadhan, hal. 918, 920).

Kepada Siapa zakat fithr disalurkan?

Zakat fithr ini disalurkan secara khusus untuk orang-orang fakir miskin. Asy Syaikh Al Albani berkata: ”Belum ada dalam sunnah ‘amaliyyah (amalan nabi) yang menunjukkan tentang pembagian zakat fithr seperti ini (untuk delapan golangan –red) bahkan sabda beliau shollolloohu ‘alayhi wasallam dalam hadits Ibnu Abbas:

“ … وَ طُعْمَةً لِلْمَسَاكين “ Artinya: ”…dan sebagai makanan untuk orang-orang miskin“. menunjukkan pengkhususannya untuk orang-orang miskin. Adapun ayat (At Taubah: 60) berlaku untuk zakat maal (harta) bukan zakat fithr dengan dasar apa yang terdapat dalam ayat sebelumnya …, pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan beliau mempunyai fatwa yang sangat bermanfaat dalam hal ini, sebagaimana yang terdapat dalam Majmu’ Fataawa (juz 25, hal. 71-78, red). Pendapat ini pula yang dipegang oleh Asy Syaukani dalam As Sailul Jarror (juz 2, hal. 86-87),  Ibnul Qoyyim berkata dalam Zaadul Ma’ad (juz 2 hal. 21), Demikian pula yang difatwakan oleh Asy Syaikh Sholih Al Fauzan, Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, dan Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (Fataawa Ramadhan hal. 920 , 924 ,936).

Kapan Waktu Penunaiannya ? Waktu penunaiannya adalah sebelum sholat Iedul Fitri, yaitu: sebelum orang-orang berangkat menuju sholat atau sehari dua hari sebelumnya. Dan tidak boleh ditunaikan sesudah sholat Ied. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat:

  1. Dari Shahabat Abdullah bin Umar Ia berkata: … وَ أَمَرَ بها أن تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ ِ إِلى الصَّلاَةِ . Artinya: ”… Dan beliau ? memerintahkan agar zakat fitrah itu ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju sholat Ied. (H.R. Al Bukhori no. 1503)
  2. Dari Naafi’ Ia berkata: ”…Dahulu para shahabat Rasulullah shollolloohu ‘alayhi wasallam  menunaikannya sehari atau dua hari sebelum Iedul Fitri“. (H.R. Al Bukhori no. 1511).
  3. Dari shahabat Abdullah bin Abbas (secara marfu’) berkata: … وَ من أَدَّاها بعد الصَّلاةِ فَهِي صَدَقَةٌ مِن الصَّدَقَاتِ Artinya: ”… Barangsiapa menunaikannya sesudah sholat Ied, maka ia sebagai shadaqoh dari shadaqoh-shadaqoh yang ada (tidak terhitung sebagai zakat fithr -red). (H.R. Abu Dawud).

Bagaimana Bila Ditunaikan Di Awal Ramadhan ?

Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata: ”Ulama’ berbeda pandapat tentang zakat fithr yang ditunaikan di awal Ramadhan. Dan pendapat yang rojih (kuat) adalah tidak boleh, karena ia diberi nama dengan zakat fithr, sedangkan fithr tidaklah terjadi kecuali di akhir bulan. Rasulullah memerintahkan agar ia ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju sholat Ied dan para shahabat pun menunaikannya sehari atau dua hari sebelum Ied.” (Fataawa Ramadhan, hal.935)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: