Wanita Haid Membaca Al Qur’an


 

Tajuk fatwa : Orang Yang Junub Membaca Al Qur’an
Nomor fatwa : 51
Tanggal penambahan : Kamis 5 Jumadilakhir  1425 H.  bertepatan dengan  22 Juli 2004 M.
Pihak pemberi fatwa : Fatwa Komite Tetap Lembaga Kajian Ilmiah dan Fatwa
Sumber fatwa : (Pertanyaan nomor: 4, Fatwa nomor: 2217, jilid 4, halaman 72)
Soal:
Mohon diberikan fatwa tentang hukum orang haid yang menyentuh mushaf dan membacanya, dan juga apabila dia masuk masjid, apakah dia boleh duduk di dalamnya atau tidak?

Jawab :

Segala puji hanyalah bagi Allah. Shalawat dan salam ditujukan kepada Rasul-Nya, keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

Pertama, Menurut mayoritas ulama, orang yang haid tidak diperbolehkan menyentuh mushaf, berdasarkan firman Allah: (Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan)  [Al Waaqi’ah:79], dan berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad shollollohu ‘alayhi wasallam. dalam kitab Amru bin Hazm (Tidak boleh seorang pun memegang Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci)  . Sedangkan orang yang haid atau nifas yang membaca Al Qur’an tanpa menyentuhnya, maka menurut pendapat ulama yang paling benar adalah diperbolehkan, karena tidak ada satu hadis pun yang menunjukkan pelarangannya.

Kedua, Menurut mayoritas ahli fikih, orang haid atau junub tidak dibolehkan duduk atau berdiam di dalam masjid, berdasarkan perkataan Aisyah rodiallohu ‘anha. Rasulullah  shollollohu ‘alayhi wasallam. datang dan beliau melihat bagian depan rumah para sahabatnya melampaui masjid. Maka beliau  shollollohu ‘alayhi wasallam. bersabda: (Palingkanlah pintu rumah-rumah ini dari masjid, karena aku tidak menghalalkan masjid untuk orang yang haid atau junub) 

Hadis itu bermakna umum dalam pelarangan duduk di masjid bagi orang yang haid atau junub dan pelarangan melewatinya. Tetapi kemudian dikhususkan oleh Al Qur’an dengan firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.  [An Nisaa’:43], maknanya adalah: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati tempat-tempat salat -yaitu masjid- sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalian sadar dari kemabukan kalian. Dan janganlah kalian mendekatinya, sedangkan kalian dalam keadaan junub sampai kalian mandi dan bersuci dari junub, kecuali jika kalian memasukinya hanya untuk melewatinya saja, maka hal itu dibolehkan. Hukum orang haid dalam hal ini adalah sama dengan hukum orang junub.

Pengecualian ini juga ditunjukkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansur dalam Sunannya, dari Jabir bin Abdullah ra. bahwasanya (suatu ketika salah satu dari kami berjalan melewati masjid dalam keadaan junub) Dan apa yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari Zaid bin Aslam, dia berkata: Sahabat-sahabat Rasulullah  shollollohu ‘alayhi wasallam. berjalan di masjid dan mereka dalam keadaan junub  Taufik hanyalah dari Allah. Shalawat serta salam ditujukan kepada Nabi kita Muhammad saw., keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Fatwa, Arab Saudi Anggota: Abdullah bin Qu’ud
Wakil Ketua: Abdul Razzaq Afifi
Ketua: Abdul Aziz bin Baz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: