Archive for the ‘puasa’ Category

apakah puasa sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah adalah bid’ah?

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz

Pertanyaan:
“Apa pendapat anda tentang pandangan orang yang mengatakan berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah bid’ah?”

Baca lebih lanjut

Seputar Puasa Syawal 6 hari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر »

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan (puasa) enam pada bulan Syawwal, maka jadilah seperti puasa setahun.”

(HR. Muslim 782, dari shahabat Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu) Baca lebih lanjut

Bersegeralah Mengqadha Puasa Ramadhan sebelum Puasa 6 Hari Bulan Syawal

Oleh: Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azîz bin ‘Abdillâh bin Bâz rahimahullâh

Syaikh Bin Baz ditanya:

Saya tidak mampu puasa bulan Ramadhan disebabkan nifas, dan saya suci pada hari-hari ‘ied. Sedangkan saya memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan puasa 6 hari bulan Syawal, maka apakah saya boleh melakukan puasa Syawwâl itu, kemudian saya mengqadha puasa Ramadhan atau tidak? Berilah penjelasan, semoga Allah memberi taufik dan kebaikan terhadap Anda.

Baca lebih lanjut

Seputar Permasalahan Fidyah dan Qadha’ bagi yang mendapat rukshah tidak puasa di bulan Ramadhan

(download selengkapnya: Seputar Permasalahan Fidyah dan Qadha’)

Seputar dalam permasalahan tersebut di atas tentang Fidyah dan qodho’, adalah penafsiran dari surah Al Baqoroh ayat 183-184

١٨٣. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

١٨٤. أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, 184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[1], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.


[1] Maksudnya memberi makan lebih dari seorang miskin untuk satu hari.

Penafsiran surah di atas terkhusus berkenaan dengan fidyah dan qodho’. Adapun permasalahan qodho’ di dalam ayat tersebut sudah dijelaskan siapa yang berhak untuknya yaitu orang yang sakit dan musafir. Hanya saja, terdapat pembicaraan mengenai orang yang dalam perjalanan (musafir) apakah afdholnya ia berbuka ataukah tidak. Akan tetapi, yang jelas dari ayat tersebut bahwasanya mereka telah diberikan keringanan untuk mengganti puasanya di hari lain. Pembahasan kali ini semakna dengan hal demikian, akan tetapi lebih kita fokuskan ke dalam permasalahan tentang apakah ia qodho’ ataukah membayar fidyah kepada orang miskin.

Baca lebih lanjut

Tentang hadits, “Tidak ada i’tikaf kecuali di tiga masjid”

Pertanyaan:

Apa pendapatmu tentang hadits, “Tidak ada i’tikaf kecuali di tiga masjid” ?

Baca lebih lanjut

Mencicipi masakan

Pertanyaan:

Apa hukumnya seorang perempuan merasakan masakannya ketika ia memasak makanan dengan ujung lidahnya supaya mengetahui apa yang kurang dari bumbu-bumbu masakan tersebut ? Baca lebih lanjut

Puasa pada saat perjalanan

Pertanyaan:

Seperti Anda semua tahu, sarana transportasi yang nyaman sangat banyak, walhamdulillah. Dan musafir tidak menemukan kesulitan dalam puasa. Jadi adalah lebih baik baginya untuk berpuasa atau berbuka? Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: