Posts Tagged ‘quthbiyyah’

Kesalahan, Penyimpangan Sayyid Quthb dan kebid’ahan-kebidahannya

Berikut adalah poin-poin beberapa kesalahan Quthb dalam ‘aqidah  maupun sebagian perinciannya:

SAYYID QUTB MENGATAKAN AL-QUR’AN ADALAH MAKHLUK (AL-QUR’AN DIBUAT) [PERKATAAN DARI JAHMIYYAH]. [ ! Aoodhubillaah ]

Ulama’ tabi’in, Amr bin Dinar-rahimahullah- berkata ijma’ para salaf :
“Aku telah mendengarkan para guru-guru kami berkata sejak 70 tahun, “Al-Qur’an adalah kalamulloh, bukan makhluk”. [HR. Al-Baihaqiy dalam Syu’abul Iman (1/190)]

[1]. Ketika Sayyid Quthub berbicara tentang Al-Qur’an, dia mengatakan : “Mukjizat Al-Qur’an, seperti perkara segenap makhluk Allah, dan ini seperti penciptaan Allah atas segala sesuatu, serta karya manusia” (Fii Zhilalil Qur’an (1/38)

[2]. Setelah Sayyidh Quthub membicarakan huruf-huruf yang terputus didalam Al-Qur’an, dia berkomentar : “Akan tetapi, mereka tidak mampu mengarang kitab sebanding denganNya (Al-Qur’an), karena Al-Qur’an itu buatan Allah, bukan buatan manusia” (Idem 5/2719)

[3]. Sayyid Quthub mengomentari surat “Shood” : “Huruf shood ini, Allah bersumpah denganNya, sebagaimana Allah bersumpah dengan Al-Qur’an yang banyak mengingatkan. Huruf ini adalah ciptaanNya, Dia-lah yang menjadikannya ada, dan menjadikannya berbentuk suara dalam tenggorokan” (Idem 5/3006) Baca lebih lanjut

Sayyid Quthb di Mata Para Ulama’ mutaakhirin maupun ulama di zamannya

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Uthaymin (rahimahullaah) ditanya tentang buku-buku Sayyid Quthb, khususnya Fi Zhilalil-Quran (Di bawah naungan Al-Qur `an) dan Ma’alim fit- Tariq . (Petunjuk jalan)   Syaikh menjawab:

“Pernyataan saya – semoga Allah memberkati Anda – adalah bahwa siapa pun yang tulus untuk Allah, Rasul-Nya, dan saudara Muslimnya, maka ia harus mendorong orang untuk membaca buku-buku mereka yang telah mendahului kita, dari buku-buku tafsir (penjelasan  Alqura `an) dan selain (buku) Buku-buku tafsir mengandung lebih banyak barokah, lebih bermanfaat dan jauh lebih baik dari buku-buku yang kemudian. Adapun tafsir Sayyid Quthb – semoga Allah mengampuni dosa-dosanya – maka itu mengandung bencana besar , namun kami berharap bahwa pengampunan Allah kepadanya. Ini berisi bencana yang besar … “

[Dari Kaset: Aqwaal Ibtaal ul-ulama Biaya Qawaa `id wa Maqaalaat Adnaan Ar’ur, dan diperiksa oleh beliau sendiri Shaikh Ibnu Utsaimin di 24/4/1421H.]

Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad ad-Duwaish dalam bukunya Al-Mawrid uz-Zilaal fit-Tanbih Akhtaa’a alaa az-Zilaal 

dihitung dalam tafsir Quthb 181 kesalahan dalam aqidah

Wallahul musta’an ….

Syaikh Muhammad Aman al-Ajmy (rahimahullah) mengatakan,

buku azh-dzhilaal dari Sayyid Quthb adalah sebuah tafsir yang bukan tafsir berdasarkan riwayat-riwayat, bukan tafsir dari bahasa. Tidak lebih dari suatu karangan yang mengandung campuran membingungkan dari ide-ide ash’ary, ide-ide “wihdatul wujud” dan ide-ide dari sufy, dan ia adalah seorang ash’ary yang tiada lagi diperselisihkan

[sebuah pelajaran : jawaban untuk pertanyaan tentang manhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah. Kaset no. 1 Jeddah 4/1413H]

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: